Minggu, 02 Juni 2013

Resolusi

Kata 'Resolusi' itu sudah tak asing lagi ditelinga, sepertinya sejak dibangku dasar aku sudah mengenal kata  itu. Walaupun tidak paham benar dengan definisi sesungguhnya, tapi aku lumayan paham dengan maksudnya. Baiklah, beberapa hari lagi usiaku genap 20 tahun, usia yang sudah tidak lagi belia atau remaja, ya paling tidak aku sudah bukan anak belasan tahun lagi yang selama ini selalu aku banggakan di depan adik adik shot kalau mereka mulai menggodaku karna usia kami yang terpaut cukup jauh. Selama aku hidup, rasanya aku belum pernah merancang resolusi untuk usia ku selanjutnya agar jauh lebih tertata dan rapi. Rasanya ini usia yang tepat untuk memulai sesuatu yang baru, yaitu "RESOLUSI DI AWAL ANGKA USIA BERKEPALA DUA", dan beberapa hal ini sudah aku fikirkan sejak bulan Mei, entah kenapa akhir-akhir ini aku sibuk menyiapkan daftar daftar itu, dan inilah beberapa diantaranya...

  •  Mengaji. Kenapa mengaji? Karena alhamdulillah aku mengkhatamkan Al-Qur'an sejak saat aku duduk dibangku sekolah dasar kelas 4, saat itu usiaku sekitar 10 tahun, itu berarti sudah 10 tahun yang lalu, dan sangat disayangkan aku jarang mengulang bacaan Al-Qur'an ku hingga kadang aku berfikir, "kemana saja ya aku selama 10 tahun ini"... Dulu ketika aku khatam Al-Qur'an di TPA kesayanganku itu, aku sempat melanjutkan belajar mengaji dengan irama, tapi hanya 2 atau 3 kali pertemuan saja aku hadir, karena gejolak untuk menghabiskan waktu bermain Barbie di rumah lebih besar daripada datang ke TPAuntuk belajar :'D Dan sekarang...aku menyesal, ya memang aku masih bisa mengaji, aku masih sangat tau huruf huruf arab, tapi aku sudah sangat lupa dengan tajwid-tajwidnya, bacaan ku jelek, tidak berirama seperti yang aku idam-idamkan selama ini. Aku ingin kembali belajar Al-Qur'an, ingin memperbaiki bacaanku, menghaluskan, dan mencoba mengiramakan bacaanku. Hal ini telah aku sampaikan dengan Papa, alhamdulillah beliau menanggapi dengan positif, beliau bilang aku boleh belajar ke guru ngajiku dulu ketika aku di TPA, ya kalau beliau bisa sih, ataupun aku bisa mencari guru ngaji yang lain, ya aku berharap perempuan sih gurunya. Ya, semoga hal ini bisa aku laksanakan sesegera dan sebaik mungkin. Ah, semoga bisa. Amiiinnn....
  • Hemat. Ya, mengingat aku seorang mahasiswi yang hanya kuliah tanpa bekerja, maka aku belum berpenghasilan sendiri, semakin banyak jumlah angka usia rasanya semakin malu untuk selalu meminta uang ke orangtua, terutama Papa, entah kenapa pun aku tidak tau, padahal aku sangat sadar bahwa aku masih tanggungjawab beliau. Apalagi sudah 2 bulan beliau pensiun, aku semakin malu untuk meminta uang, atau menghabiskan uang yang diberikan untuk hal-hal yang tidak berguna seperti yang sering aku lakukan selama ini.  Tertama mengurangi membeli buku buku tulis lucu yang sekarang jumlahnya sudah tak kehitung dan tak terpakai. Ah, semoga aku bisa lebih berhemat. Amiiinn....
  • Merapikan jadwal tidur. Hingga kini aku masih belum paham kenapa ada kalimat jitu seperti ini, "Anak gadis gak boleh bangun siang-siang" ataupun "Anak gadis gak boleh tidur larut". Entah siapa yang mencetuskan kalimat tersebut. Karena gadis yang sedang menulis postingan ini sangat gemar bangun siang dan tidur larut. Aku tak tahu pasti kapan aku mulai gemar bergadang, tapi seingat ku ketika aku kelas 3 SMP, pas sibuk sibuknya mau UN, aku males belajar di sore hari, maka aku pun selalu belajar mulai dari jam 8 atau 9 malam hingga larut. Menginjak SMA mulai mengenal 'Midnight Call" dengan patjar ataupun teman. Zaman SMA itu tidur jam 1,2,3,4 atau bahkan setelah Subuh baru tidur, sudah hal yang biasa dijalani :'D Entah apa maksud dan tujuannya pun aku masih belum paham hingga sekarang ini. Rasanya kalau belum jam 00:00 ya belum saatnya tidur, sudah dipaksain dengan berbagai macam cara, mulai dari mendengarkan lagu-lagu slow, membaca buku yang membosankan, mengganti warna cat kamar (konon katanya warna Kuning itu bisa buat ngantuk), menyembunyikan remote tv biar susah untuk menghidupkannya, mematikan dan menjauhkan alat komunikasi, hingga meletakkan buku Yasiin dibawah bantal (entah apa maksudnya). Sudah berusaha, tapi aku masih selalu gagal untuk bisa tidur di jam yang normal selayaknya manusia sehat. Dan hal ini sangat besar dampaknya bagi kesehatan, terutama di bagian kepala, seringkali pas bangun tidur langsung berasa mual, pusing biasa, ya migrain sih yang masih diurutan pertama. Sudah banyak teman-teman sekitar yang mengingatkan dampak dari tidur arut, antara lain bisa kanker hati, gendut, muka gak segar, badan berasa sakit-sakit semua, berjerawat, dll. Kalau mengenai bangun siang, tak lain dan tak bukan Mama lah yang selalu ngomel kalau aku bangun siang, ntah sudah berapa ribu kalimat yang dikeluarkan untuk hal ini (hiperbola). Tapi tetap saja itu seperti angin lalu. Ah, semoga kedepannya aku bisa memulai hidup sehat dengan jadwal tidur yang rapi. Amiiiinnn....
  • Membeli alat Make-Up. Satu hal ini memang agak memalukan, gadis berusia nyaris 20 tahun tidak punya alat make-up sama sekali. Yang ada di meja riasku selama ini hanyalah bedak baby untuk badan, deodorant, lotion, cologne baby, parfum, air lensa, pembersih muka(penghuni baru), dan air mawar untuk dicampur dengan masker(juga penghuni baru). Selama ini aku hanya menggunakan sunblock biasa untuk wajah kalau mau berpergian, bedak baby pigeon, dan lipgloss. Dimana kah foundation, eye shadow, blush on, maskara, eye liner, lipstik atau alat alat make-up lainnya? Ada, dikamar Mama, dan itu milik beliau, bukan milikku. Aku tak pernah punya alat-alat itu. Aku memang tak gemar bermake-up, entah kenapa aku merasa wajahku tidak cocok untuk di make-up, rasanya seperti banci, entahlah kenapa. Tapi aku senang melihat orang yang cantik karena di make-up, ah mereka cantik-cantik dan aku pun lumayan iri :'D Ketidakgemaran bermake-up ini entah berasal dari mana, padahal dulunya teman-teman ku gemar bermake-up. Mama juga lumayan gemar bermake-up walaupun beliau tidak keranjingan membeli alat-alat make-up seperti Ibu-Ibu lainnya :") Sejak kecil Mama memang tidak pernah mengajarkan aku bermake-up, dan beliau juga tidak pernah menganjurkan aku untuk menggunakan alat-alat tersebut. Harus diakui bahwa terkadang aku merasa aneh kalau ke acara tertentu atau kondangan, aku merasa dandananku terlalu polos untuk pergi ke acara tertentu seperti itu. Tapi...beberapa hari yang lalu, ketika kami jalan-jalan ke sebuah toko yang menjual alat kosmetik, beliau menguruhku untuk mencoba sebuah lipstik, dan aku hanya ketawa-ketawa...dan keukeuh gak mau. Kata beliau, "Coba aja, kamu kan udah umurnya pake begini, coba yang warnanya soft aja". Dan aku mencobanya, ah entah apa rasanya pakai lipstik itu, ndak enak, bibirku gatal-gatal rasanya. Setelah mencoba beberapa warna, akhirnya aku pun menetapkan pilihan untuk membeli sebuah lipstik berwarna soft pink bermerk halal :'D Mama juga membelikan blush on untukku, entah kapan akan kugunakan pun aku tak tau. Tapi ada satu alat make-up yang sangat ingin aku beli, yaitu Eye Liner. Kenapa Eye Liner? Karena rata-rata orang-orang disekitarku menggunakan itu, dan alat itu cukup membuat wajah mereka terlihat lebih cantik, terutama di bagian mata. Dan alat ini insyaAllah akan ku beli tepat dihari ulangtahun ku nanti. Sebenarnya aku pernah mengikuti Beauty Class dari salah satu produk kecantikan, tapi ilmu yang aku dapatkan dari kelas tersebut tak pernah aku aplikasikan dikehidupan sehari-hari. Ah, semoga aku bisa belajar make-up mulai sekarang, karena konon kelak ketika menjadi istri, kita harus bisa berdandan. Amiiiin...
Ya, itulah beberapa hal yang aku jadikan Resolusi di usia 20 tahunku yang beberapa hari lagi. Masih ada beberapa hal sebenarnya, tapi biarlah hanya aku, Allah, dan rumput yang bergoyang saja yang tau :'D 
Hai 20 semoga kita bisa bertemu ya, semoga Allah masih memanjangkan usiaku hingga tanggal 5 Juni 2013 nanti :')


1 komentar: